Rabu, 25 Juli 2018

1/2 : RINDU ATAU HAMPA?

Malam ini aku di kantor, mengisi form untuk perpanjangan visa tinggal di Thailand. Berulang kali aku melihat HPku, ada banyak pesan masuk tapi tidak ada kontak yang aku tunggu.
Biasanya malam hari dia menyapa, tapi beberapa hari ini tidak.
Rindukah aku?

Categories:

Selasa, 24 Juli 2018

1/1 : SELAMAT PAGI

HPku berdering tanda ada pesan yang masuk
Aku buka pesan tersebut ‘selamat pagi, semoga kamu tersenyum membaca pesan ini’
Sontak saja aku tersenyum sendiri, bukan karena mengikuti pesan itu, tapi memang begitu respon yang diberikan oleh diriku ‘selamat pagi.. ada yang ingin disampaikan lagi?’ jawabku
‘tidak, itu saja’
‘yasudah’
‘iya, selamat pagi ya’
Aku hanya tersenyum sendiri membaca pesan itu.
:) :) :)

Selamat pagi. Semangat pagi. Semoga hari ini kita menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya dan begitu seterusnya. Aamiiin...

Categories:

Senin, 16 Juli 2018

ULANG TAHUNKU KE-21 DI THAILAND

Ini adalah video ulang tahun terbaik yang pernah aku terima. Siang-siang di kantor lagi koreksi tugas siswa dapat kiriman video ini, aku buka. Pertama buka, denger satu suara aku kaget, aku lanjutin lagi, tapi belum sampe setengah nonton video langsung aku matiin, aku 'ngecembeng' gaes dan kebetulan di kantorku lagi ada siswa, kan ga lucu kalo aku tiba-tiba nangis di depan mereka haha. 
Gimana perasaanku saat itu? Nyesek, sedih campur seneng. Aku cepet-cepet selesaiin koreksian, terus pulang. Di kamar aku ulang lagi, dan nangis berkali-kali (mumpung sendirian di kamar haha). 
Sebenarnya ada beberapa video yang dikirim temen-temen dan adekku, tapi aku pilih ini untuk diposting karena insyaAllah video ini mewakili semuanya, mulai teman sampe keluargaku.
Suara siapa sajakah itu? Suara pertama ada 2 keponakanku, terus mbak iparku yang kedua, kakak kedua, 3 sahabat, dan lanjut teman-teman.


Rabu, 20 Juni 2018 M yang bertepatan dengan 6 Syawal 1439 H adalah hari ulang tahunku yang ke-21. Hampir satu bulan berlalu usiaku bertambah sekaligus berkurang. Aku ucapkan banyak terima kasih kepada keluarga, sahabat, teman-teman, dan guru-guru yang membuat 21ku ini begitu istimewa.
Ini adalah pengalaman pertama bagiku. Ulang tahun dengan kondisi jauh dari keluarga bahkan negara tercinta, Indonesia. Alhamdulillah, sangat berkesan dan istimewa untukku.
Terima kasih untuk personil PPL sastra arab (Elisa, Kak Rosa, Nauval dan Masrupi) yang berulang kali merayakan ulang tahunku. Sesi pertama 14 Juni 2018 di Hatyai, tiup korek api haha. Sesi kedua 15 Juni 2018 di Hatyai juga, makan kue. Barengan sama Masrupi karena ultah kita sama-sama di Bulan Juni. Eh, sesi kedua ini tiup lilin juga btw haha. Sesi ketiga 20 Juni 2018 di tempat masing-masing haha..
Terima kasih untuk keluargaku, sahabatku, dan teman-temanku yang kompakan bikinin video ucapan ulang tahun. Video yang bener-bener buat aku mewek dan banjir (emang dasarnya aku cengeng sih haha). Aku ga tau itu ide siapa, aku curiga itu semua ide si joni jomblo kesayangan (read: Elisa) wkwk but I'm very thankful for you all yang sayang sama aku dan tentunya aku sayang juga.
Pokoknya aku sangat berterima kasih pada kalian dan minta maaf karena ga bisa balas kebaikan kalian...
Banyak yang tanya apa harapanku di usia 21 tahun ini. Harapan, di hati banyak sekali, yang pasti ingin menjadi orang yang lebih baik dan baik lagi setiap harinya dan setiap waktu. Terima kasih banyak untuk doa-doa kalian yang sangat indah untukku, semoga Allah mengijabahi doa-doa kalian dan akan kembali pada kalian juga. Aamiiin...

Categories:

Sabtu, 30 Juni 2018

#THAILAND6 : RAMADHAN TAHUN INI: AKU BERBUKA PUASA, KELUARGAKU SHALAT TARAWIH


Ramadhan tahun 1439 H ini ada yang berbeda. Pada jam yang sama saat aku berbuka puasa, keluargaku shalat tarawih. Lucu dan aneh bukan? Tentu saja, karena aku berada di Thailand dan keluargaku berada di Indonesia hehe.
Banyak orang bertanya padaku 'Apakah waktu di Thailand dan Indonesia berbeda?'. Jawabannya tidak (sama dengan WIB), hanya saja waktu untuk shalat yang berbeda karena waktu terbit dan tenggelamnya matahari berbeda hehe. Indonesia lebih cepat. Jika dibandingkan antara Krabi (daerah yang aku tempati) dan Jombang (keluargaku berada), jarak waktu shalatnya kurang lebih 1 jam. Di sini, maghrib kurang lebih pukul 18.40. Sedangkan pada jam tersebut di Indonesia sudah Isya. 
Beda lagi dengan waktu shubuh. Waktu shubuh hanya berjarak kurang lebih setangah jam. Indonesia shubuh pukul 04.30 WIB. Sedangkan Thailand bagian Krabi shubuh pukul 05.00. Jadi, kesimpulannya puasa di Thailand bagian Krabi lebih lama (kurang lebih setengah jam) dari Indonesia WIB. Tapi anehnya aku lebih merasa lapar dan haus saat aku puasa di Indonesia haha.
Jadi, kalau aku ingin telefon atau video call keluarga adalah saat keluargaku buka puasa dan aku sedang menyiapkan menu buka puasa. Atau setelah aku berbuka puasa sekitar pukul 19.30 WIB bertepatan dengan usainya shalat tarawih keluargaku hehe.

Categories: ,

Selasa, 19 Juni 2018

#THAILAND5 : IDUL FITRIKU


Hai sahabat blogger,
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H
تقبل الله منا ومنكم
Saya Mukminatul Layyinah mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf, entah dari perkataan atau perbuatan, khususnya dari tulisan-tulisan saya.
Semoga kita bisa dipertemukan dengan ramadhan berikutnya.

Cekidot..
Lebaran idul fitri tahun ini berbeda. Aku jauh dari orang tua, keluarga, orang-orang tercinta, dan Indonesia. Aku berada di perantauan, di Negeri Seribu Pagoda tepatnya. Oke, aku akan menceritakan perjalanan lebaranku di sini haha
Rabu, 13 Juni 2018. Aku bersama 4 temanku yang bertempat di Krabi dan Nakhon Si Thammarat berangkat ke Hatyai, Songkhla dengan bus. It's our very first experience naik bus di Thailand ditambah tanpa pendamping yang bisa bahasa Siam haha, tapi alhamdulillah kita sampai tujuan dengan selamat. Tarif bus dari Krabi ke Terminal Hatyai 170 Baht (kurang lebih 76 ribu rupiah) dengan durasi perjalanan 3,5 jam. Dari terminal, kami naik van (angkutan umum yang bentuknya seperti mobil elf) menuju sekolah teman kami yg bernama Tamsueksa Mulnity School. Bertemu kawan-kawan perantauan ada rasa senang tersendiri, alhamdulillah bisa ngobrol bahasa Indonesia dan Jawa sepuasnya hahaha. Kami bertukar cerita, susah senang yang kita rasakan.
Kamis, 14 Juni 2018. Aku dan 2 temanku dari sastra arab pindah tempat ke sekolah teman yang lain (Warraphat School) agar kita imbang, setengah rombongan dan warraphat dan setengah rombongan lagi dari tamsueksa hehe
Jumat, 15 Juni 2018. Yaa Allah.. sudah lebaran .. :') .. kita berangkat bersama rombongan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Prince of Songkhla University menuju kantor konsulat Indonesia dengan tuk-tuk (angkutan umum juga haha). Sampai di konsulat, bertemu orang-orang Indonesia, shalat id berjamaah, bersalam-salaman dan maaf-maafan. Makan bersama makanan khas Indonesia, ada opor ayam, sambal goreng kentang, rendang, lodeh, bakso, siomay, dan camilan-camilan ringan Indonesia. Nyesek sebanarnya, shalat id tanpa keluarga karena belum pernah seperti ini dan sejauh ini sebelumnya hehe. Video call sebentar karena orang rumah muter maaf-maafan ke rumah tetangga, akunya tahan tangis haha. 
Siang lepas shalat jumat kami kembali ke Hatyai. Rencana pergi ke Samila beach gagal karena cuaca sangat panas dan HP kita mati semua karena kehabisan batrei hahaha.. Yasudah, beli es krim saja di seven eleven :D
Sastra Arab UM lengkap

Thailand Ambassador 2018 11/33




Makan bersama...

Sabtu, 16 Juni 2018. Aku dan Laily (partner di EKP) kembali ke Krabi. Mudik kita usai sampai di sini. Sampai di rumah Krabi, kami disambut Baba (pengasuh pondok tempatku mengabdi). 
"Alhamdulillah anak Baba sudah pulang" ... mendengar kalimat itu seketika aku teringat almh. Emak yang selalu menyambut di  depan rumah ketika aku pulang dari perantauan 'Alhamdulillah anakku wes muleh'. Sekarang, tak ada lagi. Huft, tarik nafas panjang, tahan tangis. Alhamdulillah di sini aku mendapat orang tua asuh yang sangat menyayangi dan perhatian pada kami. 
Sekian cerita singkat lebaranku di sini.. Terima kasih telah meluangkan waktu membaca tulisanku :)

Categories:

#THAILAND4 : BERBURU MAKANAN HALAL



         Di Thailand, penduduk muslim sangat minoritas, tercatat di NSO (population by religion, religion and area) pada tahun 2015, jumlah muslim di Thailand kurang dari 5% dari total penduduk di Thailand. Hal ini mengharuskan mereka berhati-hati dalam segala hal, terutama dalam hal memilih makanan. Di sini, muslim pantang membeli atau memakan  makanan kecuali ada label ‘HALAL’ atau penjualnya berkerudung/berkopyah atau bisa berbahasa melayu. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi mereka, namun menjadi keuntungan yang besar, yakni berhati-hati dalam memilih makanan yang dimakan, bukan asal comot seperti yang sering saya lakukan di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Hal itu membuat saya percaya dan yakin bahwa semua makanan yang saya beli halal tanpa ada campuran yang bertanda kutip.
            Sedikit cerita tentang pengalaman saya berburu makanan halal di sini. Suatu hari saya pergi ke seven eleven (mini market tapi lebih lengkap), saya berniat membeli camilan. Setelah berputar, saya mengambil 1 makanan ringan yang notabenenya sudah terkenal dan biasa dimakan di Indonesia. Ketika saya hendak membayar di kasir, saya teringat pesan orang-orang di sini bahwa saya harus memastikan ada atau tidak label halal pada makanan tersebut. Saya cek, saya bolak-balik, saya tidak menemukan label tersebut. Saya kembali ke tempat makanan ringan itu berasal, tidak ada tulisan ‘halal product’ juga. Duh, saya kecewa sekaligus berpikir keras bagaimana mungkin tidak ada label halalnya padahal itu kentang. Oh iya, mungkin bumbunya. Akhirnya saya ambil makanan ringan serupa dengan merk yang berbeda di tempat ‘halal product’. Apresiasi untuk mini market ini yang juga turut toleran mau memisahkan antara makanan halal dan haram bagi kamu muslim selain ada label ‘halal’.
            Jika dipikir-pikir memang sulit, bagaimana mencari makanan yang berlabel halal, atau penjual berkerudung/berkopyah, atau bisa berbahasa Melayu. Padahal, orang berbahasa melayu belum tentu muslim. Hayo gimana? Solusinya, jika ragu lebih baik tidak membelinya hehe.

Categories:

Kamis, 07 Juni 2018

#THAILAND3 : SEMINAR PROVINSI KRABI: MENCETAK GENERASI DENGAN RASA CINTA DAN MEMILIKI YANG TINGGI


Krabi adalah salah satu provinsi di Thailand Selatan yang terkenal dengan banyak tempat wisata yang menakjubkan, seperti pantai, air terjun, pemandian air panas, candi, dan lain sebagainya. Ia adalah daerah tempatku mengabdi 5 bulan ke depan. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Krabi untuk melihat dan menikmati keindahannya. Dikarenakan hal tersebut, pemerintah Provinsi Krabi mencanangkan beberapa program yang bertujuan untuk membentuk generasi yang mampu menyambut wisatawan, merawat, memahami seluk beluk dan potensi Krabi sebagai tempat wisata. Salah satu program tersebut adalah seminar provinsi yang bertema “Good & Smart Krabi Children Project: Youths Move To Asean Camp 2018” yang ditujukan untuk siswa menegah atas se-Provinsi Krabi.
Syukur Alhamdulillah pada kesempatan ini, saya dan teman saya yang bernotabene sebagai pendatang baru di Krabi diberi kepercayaan oleh sekolah untuk menjadi pemateri utama dalam seminar provinsi yang dilaksanakan di Eakkapapsasanawich Islamic School (tempat kami mengabdi) sebagai rayon ke 17 di Krabi. Suatu kebanggan tersendiri bagi kami dapat berinteraksi dengan para siswa untuk membagi sedikit ilmu serta kemampuan berbahasa Inggris dan berupaya membangkitkan rasa cinta dan memiliki mereka terhadap Krabi. It's my first experience to be a keynote speaker man.. hahaha
Seminar ini dilaksanakan selama tiga hari, Rabu-Jumat (30 Mei-1 Juni 2018) dengan berbagai materi, di antaranya pengenalan Provinsi Krabi secara umum, Asking and Giving Directions, Buying and Selling, dan Attractions and Activities. Setelah menerima materi, ada refleksi yang yang dilakukan oleh para siswa; membuat list tempat wisata yang ada di setiap distrik Krabi, game untuk menguji pemahaman siswa dan menghilangkan rasa bosan dan lelah karena sedang puasa, membuat percakapan jual-beli, serta membuat summary materi selama 2 hari. Tak lupa diadakan pre test di hari pertama dan post test di hari kedu
Hari ketiga adalah kegiatan touring ke beberapa tempat wisata di Krabi. Diawali ke Pantai Ban Pak Khlong yang berada di distrik Ko Lanta. Disana, siswa bersama guru pendamping membersihkan sampah-sampah anorganik yang ada di pantai. Kemudian ke pantai Lhung Tee yang berada di distrik yang sama dan di akhiri dengan menanam pohon mangrove bersama para polisi daerah Krabi di Mangrove Forest yang terletak di Klong Thom.
Menurut saya, acara seperti ini sangat penting diadakan untuk menumbuhkan sikap percaya diri generasi muda untuk bersosialisasi menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional, selain itu juga akan menumbuhkan rasa peduli  pada lingkungan sekitar dan rasa cinta tanah air. 
Saya adalah orang Indonesia yang sedang berada di negeri tetangga. Melihat kepedulian dan rasa memiliki yang ada di sini membuat saya semakin mencintai Indonesia, mensyukuri setiap ciptaan Yang Kuasa, betapa agung dan beragam ciptaan-Nya.

Categories:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Copyright © Layyinah's World | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑